Beranda Agribisnis Cara Menanam Kacang Panjang Agar Hasil Optimal

Cara Menanam Kacang Panjang Agar Hasil Optimal

BERBAGI
Cara-Menanam-Kacang-Panjang

Cara menanam kacang panjang sebenarnya hampir sama dengan menanam tanaman lainnya. Kacang panjang merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi untuk dijadikan sayuran penambah menu makanan.

Bagi Anda yang memiliki hobi bercocok tanam, bisa mencoba menanam kacang panjang ini. Selain menambah keindahan lahan, kacang panjang juga bisa dikonsumsi sendiri atau mungkin dijual bila memiliki hasil panen yang melimpah.

Bagi Anda yang berminat untuk memiliki penghasilan dari aktivitas bercocok tanam kacang panjang, bisa mengikuti beberapa penjelasan berikut ini.

Bagi Anda yang memiliki lahan yang cukup luas untuk di tanami tumbuhan, tentu saja akan sangat mendukung proses penanaman kacang panjang ini. Ada beberapa hal mengenai cara menanam kacang panjang di pekarangan rumah yang perlu dipahami.

Syarat Tumbuh Kacang Panjang

  • Tumbuhan kacang panjang sangat cocok bila ditanam pada tanah yang subur, gembur, lempung berpasir, dan banyak mengandung unsur hara.
  • Tanah tempat budidaya kacang panjang memiliki PH netral yang berkisar antara 5-6. Dan bila tanah terlalu basa atau PH > 9, maka tanah harus diberi campuran bahan seperti belerang untuk membantu menetralkannya. Namun, bila tanah terlalu asam atau PH sekitar < 5, maka tanah harus dilakukan pengapuran dengan domolite. Tentu saja pengecekan tanah dilakukan sebelum penanaman kacang panjang dimulai, supaya kacang panjang yang dibudidaya dapat menghasilkan keuntungan.
  • Penanaman tumbuhan kacang panjang, dianjurkan berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.
  • Terkait suhu area lahan, memiliki rentang suhu sekitar 25 hingga 30 derajat celcius. Serta memiliki curah hujan sekitar 700 sampai 1200 mm/th.

Cara Budidaya Kacang Panjang

Terdapat beberapa cara menanam kacang panjang agar hasil optimal yang bisa dilakukan, berikut penjelasannya.

Cara-Menanam-Kacang-Panjang-Agar-Hasil-Optimal

1. Penentuan Bibit Kacang Panjang

Pemilihan bibit kacang panjang merupakan tahap yang sangat penting untuk mendapatkan hasil budidaya yang melimpah. Pilihlah bibit yang berkualitas dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berwarna kusam
  • Pilih bibit yang memiliki perkecambahan mencapai lebih dari 90%. Hal ini untuk memberikan keyakinan mengenai keberhasilan penanaman kacang panjang Anda.
  • Perhatikan bibit yang di tawarkan dan usahakan memilih bibit yang tidak ada cacatnya. Karena bibit yang rusak, bisa jadi disebabkan oleh hama atau penyakit. Dan ketika kita membudidaya bibit tersebut, maka hasil panen tidak akan menguntungkan.
  • Pilihlah bibit kacang panjang yang memiliki ukuran lebih besar dari pada bibit kacang tanah.

Penanaman kacang panjang, tidak perlu melakukan proses penyemaian terlebih dahulu. Karena bibit kacang panjang dapat langsung ditanam di tanah yang sudah disiapkan.

2. Persiapan Lahan

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan sebelum menanam kacang panjang ialah persiapan lahan, berikut penjelasannya’

  • Tanah tempat penanaman kacang panjang harus digemburkan terlebih dahulu sebelumnya. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul.
  • Bersihkan lahan dari rumput liar serta gulma untuk memaksimalkan proses budidaya. Karena bila rumput liat tidak dibersihkan, maka nutrisi yang diberikan untuk pertumbuhan kacang panjang akan dibagi dengan rumput liar. Sehingga budidaya kacang panjang secara organik dapat terganggu, entah itu tananamnya kurang panjang atau adanya cacat pada tanamannya.
  • Buatlah bedengan dengan lebar 80 cm dengan tinggi 30 cm dan panjang yang menyesuaikan. Jarak antar bedengan kira-kira antara 40 cm sampai 50 cm yang berfungsi untuk proses drainase. Selain itu buatlah lubang tanam di atas bedengan tersebut dengan jarak tanam antara 30 cm x 40 cm.
  • Untuk menambahkan unsur hara yang terdapat dalam tanah, maka tambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran 1 ton/hektar lahan. Pupuk dasar kacang panjang ditaburkan merata di atas bedengan yang kemudian ditutup atau diaduk secara merata dengan tanah. Pupuk tersebut ditaburkan antar 10 hingga 15 hari sebelum penanaman dilakukan. Pupuk dasar idealnya ialah TSP, Kcl, dan ZA dengan perbandingan 2:1:1 dan dosis 15 sampai 20 kg/400 m2.

Baca Juga >> Cara Menggemukkan Kambing Secara Alami

3. Teknik Penanaman

Penanaman kacang panjang sebaiknya dilakukan di awal musim hujan. Hal ini berkaitan dengan suplay air, sehingga tanaman kacang panjang tidak akan kekurangan air.

Teknik penanaman kacang panjang cukup mudah dilakukan, yaitu dengan memasukkan bibit kacang panjang yang telah disiapkan ke dalam lubang. Isi setiap lubang dengan 2 biji bibit kacang panjang.

Setelah itu, tutuplah lubanng tersebut dengan tanah tipis atau denan abu sisa pembakaran sekang padi yang sebelumnya sudah dicampur dengan pupuk kandang.

Mengenai jarak antar lubang untuk tipe merambat ialah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Sedangkan jarak tanam tipe tegak ialah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.

Bagi Anda yang memilih media pot (polybag) sebagai media tanam kacang panjang, maka cara menanam kacang panjang di polybag cukup berbeda.

Pertama ialah mencampurkan pupuk, arang, beserta tanah yang sudah digemburkan dengan perbandingan 1:1:2. Kemudian aduk semua bahan-bahan tersebut hingga tercampur dengan merata. Setelah itu, masukkan kedalam pot atau polybag dan masukkan 2 biji kacang panjang ke dalamnya.

4. Penyulaman Kacang Panjang

Penyulaman adalah proses penggantian benih yang terserang penyakit, tidak tumbuh sempurna, atau mati dengan benih baru. Hal ini dilakukan supaya tanaman kacang panjang yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan serempak dan tidak menulari kacang panjang lainnya.

Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya penyulaman dilakukan ketika umur kacang panjang menginjak usia 5 sampai 7 hari. Apabila lebih dari itu, maka penyulaman tidak perlu dilakukan.

5. Penyiangan Lahan

Tahap selanjutnya ialah penyiangan yang tentu saja harus dilakukan untuk melindungi tanaman dari tanaman pengganggu. Cara melakukan penyiangan yaitu dengan membersihkan area sekitar tanaman kacang panjang dari rumput liar dan gulma.

Bila tanaman pengganggu tersebut dibiarkan, maka pertumbuhan kacang panjang akan terganggu. Meeka akan mencuri pasokan nutrisi yang diberikan kepada tanaman kacang panjang.

6. Pengairan dan penyiraman

Kacang panjang merupakan jenis tanaman yang tidak membutuhkan pasokan air yang banyak. Oleh sebab itu, penyiraman dan pengairan cukup dilakukan sehari sekali. Waktu yang baik untuk menyirami kacang panjang ialah pada pagi atau sore hari.

7. Proses Panen

Tahap terakhir dari budidaya kacang panjang ialah panen. Pada proses panen, ciri kacang panjang yang sudah siap dipanen ialah dilihat dari ukurannya, biji polong yang tampak menonjol, tidak lentur dan mudah dipatahkan.

Kacang panjang dapat dipanen bila menginjak usia 45 sampai 50 HST (Hari Setelah Tanam). Setelah itu, pemanenan dapat dilakukan setiap 2 hari sekali.

Dan jika tanaman memiliki perawatan yang cukup dan tanaman tumbuh dengan sehat, maka kacang panjang dapat dipanen hingga 1,5 bulan atau ± 21 kali pemanenan.

Artikel Selanjutnya >> Cara Ternak Kambing Yang Baik

Untuk hasil yang lebih optimal, lakukan pemanenan saat pagi hari sebelum matahari menyengat. Hal ini dilakukan supaya kacang panjang masih dalam keadaan segar. Semoga artikel cara menanam kacang panjang ini bermanfaat untuk Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here