Beranda Agribisnis Cara Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula Dengan Mudah

Cara Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula Dengan Mudah

BERBAGI
Cara-Budidaya-Jamur-Tiram

Cara budidaya jamur tiram cukup menjamur di Indonesia baik di pedesaan maupun perkotaan sudah belajar membudidayakannya. Jamur tiram menjadi salah satu bisnis yang sedang berkembang di Indonesia.

Jamur tiram memang cocok tubuh di Indinesia yang memiliki iklim tropis. Selain itu, budidaya jamur tiram juga cukup murah dan mudah. Hasilnya banyak masyarakat berlomba untuk mencari agar dapat dikembangkan di rumah.

Jamur adalah salah satu tanaman tertua di dunia. Lebih dari seribu tahun yang lalu, jamur telah dikonsumsi sebagai bahan pangan oleh manusia.

Dahulu, jamur hanya dapat diperoleh dengan kemurahan alam. Dengan perkembangan zaman, budidaya jamur mulai dikembangkan di dunia dan di Indonesia.

Pengembangan budidaya jamur pertama kali adalah di negara Prancis. Pada tahun 1960-an, seorang petani Prancis berhasil menanam jamur Champignon.

Jamur tersebut ditanam di pekarangan rumah. Hasil yang ia dapat juga memuaskan. Akhirnya budidaya jamur merambat ke berbagai negara di Eropa.

Di Indonesia, budidaya jamur Champignon baru dimulai pada tahun 1969 di Wonosobo, Jawa Tengah. Budidaya jamur tersebut dikembangkan oleh perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang agrobisnis. Produksi jamur Champignon yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut bisa mencapai ribuan ton.

Budidaya jamur tiram baru dimulai setelah budidaya jamur Champignon berhasil dilakukan. Jamur tiram memiliki nama latin Pleurotus ostreatus yang termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Di alam bebas, jamur ini tubuh di batang-batang kayu sehingga disebut pula sebagai jamur kayu.

Kini, budidaya jamur tiram sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Ada dua tahap utama dalam budidaya jamur tiram ini. Tahap pertama adalah membuat media tanam jamur untuk menumbuhkan miselium.

Sedangkan tahap kedua  yaitu menumbuhkan miselium menjadi bahan buah. Selain itu, terdapat tahapan lain yang perlu diperhatikan.

Cara-Budidaya-Jamur-Tiram-Bagi-Pemula

Tahap-tahap cara menanam jamur tiram antara lain:

Mempersiapkan Pengetahuan

Sebelum memutuskan untuk budidaya jamur di rumah. Ada baiknya untuk mempelajari cara budidaya jamur tiram di rumah. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang hal-hal yang diperlukan untuk membudidaya jamur.

Pengetahuan yang diperlukan misalnya mengenai karakteristik jamur itu sendiri dan bagaimana cara merawat serta mengembangbiakkan jamur.

Selain itu, juga dibutuhkan cara untuk memasarkan jamur yang telah diproduksi, sehingga juga dibutuhkan ilmu tentang pemasaran produk.

Pengetahuan mengenai budidaya jamur tersebut bisa didapatkan melalui banyak media dan sumber. Media yang dapat digunakan seperti buku atau internet.

Anda juga bisa mengikuti pelatihan, seminar, workshop, atau bertanya langsung kepada pengusaha jamur yang telah sukses.

Baca Juga >> Cara Menggemukkan Kambing Secara Alami

Mempersiapkaan dan menyediakan Kumbung

Kumbung atau rumah jamur adalah salah satu alat yang berbentuk rak-rak yang telah terukur. Rak-rak tersebut digunakan untuk meletakkan baglog sebagai media pertumbuhan jamur.

Kumbung tersebut diletakkan di dalam lumbung yang harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi agar suhu dan kelembaban dapat sesuai dengan kebutuhan.

Kumbung biasanya terbuat dari kayu atau bambu yang telah diukur. Dinding lumbung biasanya terbuat dari papan dan atapnya terbuat dari genteng.

Pemakaian asbes dan seng pada atap sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan atap tersebut dapat membuat suhu lumbung menjadi panas. Lantai yang digunakan sebaiknya lantai tanah saja supaya lantai dapat menyerap air ketika jamur disiram.

Ukuran ketinggian antar rak kumbung paling baik adalah 40 cm. Rak-rak kumbung biasanya dibuat bertingkat sehingga kumbung dapat menampung baglog lebih banyak. Keperluan rak dapat disesuaikan dengan umlah baglog yang tersedia.

Mempersiapkan dan menyediakan Baglog

Baglog adalah tempat media penanaman jamur. Baglog terbuat dari serpihan kayu atau serbuk gergaji. Biasanya, baglog dibungkus dalam plastik dan dibentuk serupa silinder. Agar jamur tiram dapat tumbuh keluar, bagian baglog yang menghadap ke jalan diberi lubang.

Pada perusahaan jamur dengan skala besar, biasanya media baglog dibuat sendiri.. naun, bagi pemula, tidak perlu khawatir. Baglog-baglog tersebut kini telah tersedia dibeberapa tepat.

Jadi, Anda tidak perlu repot memikirkan pembuatan baglog dan dapat fokus pada budidaya amur tiram saja.

Perawatan Baglog dan Jamur Tiram

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyusun baglog yaitu secara vertikal dan horizontal. Biasanya peletakan secara horizontal lebih disukai karena lebih mudah saat mengambil jamur ketika musim panen tiba. Peletakan secara horizontal juga dapat menghindari baglog menyimppan air terlalu banyak.

Namun, peletakan secara horiizonntal juga memiliki kelemahan tersendiri. Kelemahan tersebut adalah penyusunan baglog yang membutuhkan waktu lama disbanding dengan penyusunan secara vertikal.

Sebelum baglog disusun, pastikan ujung-ujung baglog telah dilubangi. Pastikan suha dan kelembaban lumbung jamur pas untuk jamur tersebut tumbuh.

Baglog-baglog yang telah disusun, dibiarkan selama lima hari tanpa disiram. Lakukan penyiraman hanya pada lantainya saja.

Setelah lima hari berlalu, Anda dapat melakukan penyiraman pada baglog-baglog. Penyiraman terbaik adalah menggunakan spray sehingga yang keluar adalah kabut air.

Semakin baik kabut yang disemprotkan, semakin bagus pula jamur yang dihasilkan. Lakukan penyemprotan tersebut dua hingga tiga kali sehari.

Selain itu, Anda juga harus melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian hama. Seperti tanaman lainnya, jamur juga dapat terkena penyakit sewaktu-waktu.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan selalu menjaga keberssihan kumbung dan menyemprotkan formalin di sekitar kumbung.

Jamur memang rentan terkena penyakit. Hal tersebut didukung oleh keadaan kumbung yang lembab. Tubuh jamur itu sendiri juga rentan terhadap penyakit. Sehingga Anda harus selalu memastikan agar jamur tersebut terhindar dari penyakit dan hama.

Baca Juga >> Cara Budidaya Tanaman Durian Agar Cepat Berbuah

Jamur Siap Panen

Terdapat ciri-ciri jamur siap panen yang perlu Anda perhatikan. Pertama, Anda harus memastikan bahwa permukaan jamur telah ditutupi miselium secara menyeeluruh. Kedua, jamur telah mekar dan lebih besar dari ukuran sebelumnya.

Memanen jamur, usahakan tidak melewati masa panen. Apabila masa panen telah lewat, jamur akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan.

Selain itu, tudung-tudungnya juga akan pecah. Apabila hal tersebut telah terjadi, jamur tidak akan bertahan lama dan mudah layu.

Biasanya jarak panen pertama dan kedua adalah sekitar dua hingga tiga minggu. Pada umumnya, jamur dapat dipanen dua minggu setelah pembukaan baglog.

Apabila perawatan dan penanganan jamur sudah tepat, Anda dapat memanen jamur lima hingga delapan kali.

Setelah jamur dipanen, maka akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan berupa sisa baglog yang tidak bisa memproduksi jamur lagi. Limbah dari budidaya jamur ini yang akan menghasilkan keuntungan tambahan bagi pengusaha.

Budidaya jamur termasuk hal yang mudah dilakukan dan tidak memerlukan keterampilan khusus. Kunci dari budidaya jamur adalah keuletan dan kesabaran dalam melakukan penanganan dan perawatan jamur. Keuntungan yang didapat juga cukup lumayan dengan pasar yang tidak ada habisnya.

Artikel Menarik Lainya:

Demikian cara budidaya jamur tiram untuk pemula. Dimulai dari persiapan hingga masa panen tiba. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang akan memulai usaha jamur di rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here