Beranda Peternakan Cara Beternak Puyuh Bagi Pemula

Cara Beternak Puyuh Bagi Pemula

BERBAGI
cara-beternak-puyuh
image : Katipol com

Cara beternak puyuh seringkali dianggap sederhana dan sepele saja. Bahkan beternak unggas kecil tersebut serigkali disamakan dengan cara beternak ayam pedaging. Padahal diantara keduanya sangat berbeda.

Ada metode tertentu yang harus dilakukan untuk dapat membuat burung puyuh hidup, berkembang dan bisa bertelur. Pelajari metode tersebut bagaimana cara beternak puyuh bagi pemula.

Daftar Isi

Khasiat dan Manfaat Burung Puyuh

Burung puyuh sendiri memilii banyak sekali manfaat dan khasiat bagi tubuh. Tidak hanya mengenyangkan perut dan menjadi bahan camilan saja. Sebelum melangkah kepada cara tahap pembudidayaan burung puyuh sendiri, mari kita mengenal tentang burung kecil satu ini terlebih dahulu,

Burung puyuh pada umumnya tidak bisa terbang terlalu tinggi, daging dan telurnya banyak dijual di pasaran untuk dikonsumsi masyarakat. Nama latin dari burung ini adalah Cortunix, banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena merupakan komoditi yang menarik.

Mesipun burung puyuh sendiri memiliki ukuran yang sangat kecil, namun peminat dari burung-burung ini tidak sedikit. Berikut ini adalah beberapa manfaat dan khasiat burung puyuh.

1. Menjaga kesehatan mata

Kuning telur memang memiliki kandungan protein yang tinggi. Tak hanya kunig telur dari seekor ayam, namun juga kuning telur dari burung puyuh. Selain protein, kuning telur burung puyuh juga memiliki kandungan lutein dan juga zeaksantin yang tinggi.

Kedua kandungan tersebut mampu melindungi mata dan membantu proses sinar biru yang masuk ke dalam mata. Ada pula kandungan vitamin A di dalam telur burung puyuh, vitamin A biasanya ada di dalam wortel.

Memang kandungan vitamin tersebut tidak terlalu banyak di dalam telur puyuh, namun tetap bermanfaat bagi mata itu sendiri.

2. Menjaga kesehatan kulit

Di dalam burung puyuh sendiri juga terdapat kandungan vitamin E, vitamin tersebut bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Vitamin E di dalam burung puyuh dapat mencegah penuaan dini dan mempercepat proses regenerasi kulit.

3. Menguatkan tulang

Kandungan fosfor dan kalsium terdapat lumayan banyak di dalam daging burung puyuh. Kandungan tersebut menjaga agar tulang tidak keropos dan terhindar dari masalah tulang yang seringkali dialami oleh orang-orang berumur, osteoporosis misalnya. Peneyebab dari osteoporosis sendiri adalah akibat dari kekurangan kalsium dan fosfor.

Baca Juga >> Makanan Ikan Gurame Agar Cepat Besar

Cara Budidaya Telur Puyuh

Burung puyuh sendiri adalah jenis burung yang liar dan biasanya hidup di hutan. Populasinya saat ini sudah semakin berkurang akibat perburuan terhadap burung tersebut secara terus-terusan. Berbeda halnya dengan ayam, burung puyuh tidak cocok kalau diternakkan di kota.

Burung ini lebih cocok jika diternakkan di daerah perkampungan yang sepi dan damai. Sebab burung ini terbiasa hidup menyepi di tengah suasana hutan yang damain. Langsung saja, berikut ini adalah apa-apa yang harus dipersiapkan dalam upaya beternak puyuh bagi pemula.

cara beternak burung puyuh

1. Mempersiapkan kandang

Semua hewan ternak pasti membutuhan kandang sebagai media hidupnya. Berikut ini adalah poin-poin bagaimana seharusnya kandng yang nyaman bagi burung-burung puyuh.

  • Atur kandang agar denganmudah terkena sinar matahari, hal itu bertujuan agar kandang tidak lembab dan burung-burung puyuh tidak diserang jamur. Kalau kandang sudah di serang jamur, penyakit-penyakit akan berdatangan.
  • Kadar kelembapan kandang hendaknya antara 30 sampai 80 persen.
  • Kandang jangan dibiarkan gelap, setidaknya berikan penerangan bagi kandang dengan lampu antara 25 hingga 40 watt pada siang hari dan 40 sampai 60 watt pada malam hari. Hal itu juga untuk menjaga suhu kandang ahar lebih hangat dan nyaman.
  • Temperatur normal antara 20 sampai dengan 25 derajat celcius.

Untuk desain dan bentuk kandangnya sendiri ada dua jenis, yaitu yang berbentu sangkar dan menggunakan sistem baterai serta sistem litter atau yang berbentuk lantai sekam.

Kandang burung puyuh sendiri tak hanya satu kandang saja, namun memerlukan beberapa kandang sebagai wadah beberapa proses pembibitan burung puyuh.

Kandang yang dibutuhkan antara lain adalah kandang untuk proses pembibitan, kandang untuk para induk, kandang untuk para anak burung puyuh dan kandang untuk pertumbuhan anak burung puyuh.

2. Pemilihan bibit unggul burung puyuh

Beternak puyuh skala kecil sekalipun harus tetap memilih bibit yang paling unggul. Kalau bibit saja sudah tidak baik, maka sampai pada anakan puyuh dan telurnya juga akan tidak bagus.

Memilih indukan yang berkualitas merupakan sebuah tahapan yang sangat penting, sebab menjadi penentu keberhasilan ternak burung tersebut.

Ada 3 inikator penting pemilihan indukan puyuh sendiri, tergantung apa tujuan dari ternak burung tersebut. Berikut ini adalah pemilihan induk yang sesuai melihat dari tujuan ternak tersebut.

  • Beternak puyuh pedaging maka pilhlah indukan jantan dan betina yang sudah tidak aktif lagi memproduksi telur.
  • Jika hendak beternak puyuh petelur untuk dikonsumsi, maka pilihlah indukan betina yang bebas dari berbagai macam penyakit, semuanya harus dalam kondisi yang sehat.
  • Selanjutnya jika ingin beternak puyuh petelur dengan tujuan pembibitan, maa pilihlah indukan betina yang aktif dalam proses produksi dan jantan yang sehat.

3. Pemeliharaan burung puyuh

Selanjutnya bila sudah selesai dengan pemilihan bibit dan indukan serta proses pembuatan kandang, maka selanjutnya yang harus diperhatikan untuk dilakukan adalah proses pemeliharaan burung puyuh.

Ada banyak sekali yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan burung ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan burung puyuh itu sendiri.

# Kebersihan

Cara beternak puyuh selanjutnya adalah memperhatikan kebersihan kandang, agar penyakit tidak berdatangan dan menyerang burung-burung puyuh. Kotoran juga harus selalu dibersihkan dan tidak boleh dibiarkan begitu saja menumpuk.

# Kontrol penyakit

Pengecekan penyakit terhadap burung puyuh sendiri harus selalu dilakukan sesering mungkin, paling tidak harus dilakukan ketika burung puyuh dicurigai memiliki penyakit. Apalagi kalau sampai ada tanda-tanda bahwa burung terkena penyait berbahaya flu burung, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan atau dinas peternakan terkait.

# Makanan untuk burung puyuh

Agar dapat tumbuh dan menghasilkan anakan yang optimal, burung harus selalu diberi makan dengan baik. Ada banyak sekali jenis pakan burung puyuh sendiri, ada yang berbentuk tepung, pelet, dan juga remah-remah. Pakan burung puyuh sendiri dapat dibeli secara mudah di pasaran, karena burung puyuh ini memiliki sifat suka mematuk kawannya, maka bentuk pakan crumble atau remah-remah butiran ketika sudah dewasa harus diberikan. Sebenarnya bisa juga meracik pakan burung ini sendiri, jika Anda berniat untuk menghemat pengeluaran. Ada banyak sekali cara dan info mengenai racikan pakan burung tersebut di media internet.

4. Panen

Panen dari proses budidaya burung ini adalah puncak dari rangkaian pembibitan burung puyuh yang ditunggu-tunggu. Proses panen ini akan menghasilkan 2 hasil yakni hasil utama dari pembudidayaan adalah berupa telur dan daging puyuh, serta bibit baru untuk proses budidaya lagi.

Selanjutnya akan ada hasil tambahan berupa bulu-bulu puyuh yang dapat dijadikan sebagai kerajinan dan kotorannya yang dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman.

Baca Juga >> Ukuran Kolam Gurame 1000 Ekor Yang Benar

Kesimpulan dari cara beternak puyuh beternak burung puyuh ini sangat mudah dan tentu saja menguntungkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here